Selasa
Meningkatkan kesadaran
Oleh : Deepak Chopra
Karena kesadaran
adalah dasar dari
semua realitas,
setiap pergeseran
kesadaran merubah
setiap aspek realitas
kita. Realitas
diciptakan oleh
kesadaran yang
dibedakan oleh
kognisi, suasana hati,
emosi, persepsi,
perilaku, ucapan,
interaksi sosial,
lingkungan, interaksi
dengan kekuatan
alam, dan biologi.
Ketika kesadaran
berkembang, aspek-
aspek yang berbeda
dari kesadaran juga
akan berubah.
Meskipun setiap
tradisi spiritual
berbicara tentang
keadaan kesadaran
yang lebih tinggi,
terutama di dalam
Vedanta dimana kita
menemukan seperti
peta terstruktur dari
tahap-tahap
perkembangan.
Rata-rata orang
hanya mengalami
tiga kondisi
kesadaran
sepanjang hidupnya.
Itu adalah kondisi
tidur nyenyak,
mimpi, dan kondisi
kesadaran ketika
terbangun. Fungsi
otak yang diukur
adalah berbeda di
masing-masing
kondisi. Biologi Otak
dan gelombang otak
menunjukkan
karakteristik yang
tepat dan berbeda
antara kondisi tidur,
mimpi, dan kondisi
kesadaran ketika
terbangun.
Praktek spiritual
atau sadhana
memulai proses
dimana seorang
individu mengubah
kesadaran nya dari
tiga kondisi umum
dari kesadaran
menjadi kesadaran
yang“lebih tinggi”.
Melalui dari salah
satu dari empat
latihan yoga utama
(Yoga menjadi,
merasa, berpikir,
melakukan) pikiran
kita akan dibawa
kepada kondisi yang
murni. Di balik ke-3
kondisi kesadaran
terdapat kondisi
kesadaran lain:
kesadaran jiwa,
kesadaran Cosmic,
kesadaran Ilahi dan
kesadaran Kesatuan.
Ketika setiap
keadaan kesadaran
itu terungkap dalam
diri kita, ini akan
membuka kita untuk
masuk ke suatu
realitas yang lebih
luas yang lebih baru.
Mari kita bahas
masing-masing
kesadaran ini satu
persatu:
Kesadaran Jiwa
adalah kondisi yang
kita alami ketika
referensi internal
kita bergeser dari
tubuh, pikiran, dan
ego, menjadi
pengamat tubuh,
pikiran, dan ego. Kita
mengalami dan
menumbuhkan
kesadaran Jiwa saat
kita bermeditasi.
Pengamat ini biasa
dikatakan sebagai
kesadaran
menyaksikan.
Selama meditasi,
seseorang mulai
mengidentifikasi
dengan aspek Diri
yang yang
melampaui
pemikiran dan
perasaan, (saksi
bisu), dan kemudian
ia mulai merasa lebih
tenang, terpusat dan
intuitif dalam
kehidupan sehari-
hari. Ketika
menyadari inti
otentik dari soliditas
diri sendiri, ada
drama emosional
yang berkurang
dalam hidup mereka.
Hubungan menjadi
lebih penuh kasih
dan sayang dan
menemukan satu
hubungan yang lebih
lebih peduli dengan
lingkungan dan alam.
Dengan pengalaman
menjadi saksi bisu,
biologi kita juga akan
mencerminkan
keseimbangan yang
lebih besar dan
memulai pengaktifan
mekanisme
homeostatis.
Meditasi telah
dibuktikan dapat
menurunkan stres,
membuat denyut
jantung lebih lambat,
tekanan darah lebih
rendah,
meningkatkan fungsi
kekebalan tubuh,
dan secara teratur
dan tepat dapat
membuat
mekanisme
perbaikan diri.
Mereka yang berlatih
meditasi kurang
rentan terhadap
penyakit.
Kesadaran kosmic
adalah keadaan
ketika kesadaran
jiwa menjadi stabil
dan kesadaran
mengamati hadir
sepanjang waktu
dalam kondisi
terbangun,
bermimpi, dan
tertidur. Keadaan
kesadaran ini
kadang-kadang
digambarkan dalam
tradisi kuno sebagai
kondisi lokal maupun
non-lokal secara
bersamaan. Diri
menjadi saksi bisu
dari yang tak
terbatas, namun
tubuh dan pikiran
terkondisi lokal.
Dalam tradisi Kristen
frase“berada di
dunia ini tapi tidak
dari dunia ini,”
menggambarkan
rasa kesadaran
Kosmis. Dalam
keadaan ini, bahkan
selama tidur
nyenyak, kesadaran
mengamati ini
sepenuhnya hadir
dan ada kesadaran
bahwa ia bukan
pikiran/tubuh, yang
selalu mengalami
perubahan,
melainkan roh yang
kekal yang
melampaui ruang
dan waktu. Aspek
yang paling luar
biasa dari kondisi
kesadaran ini adalah
pengetahuan bahwa
kita abadi dan
karena itu kita tidak
takut mati. Meskipun
kesadaran Cosmic
bukanlah puncak
pencerahan, namun
itu menandai transisi
kritis melewati
identitas terikat dan
hidup terkondisi,
untuk kemudian
hidup dalam
kebebasan dalam
pengetahuan diri.
Kesadaran Ilahi
adalah perluasan
kesadaran kosmik
dimana kesadaran
mengamati yang
selalu hadir dialami
tidak hanya dalam
keheningan Diri,
tetapi juga dalam
kualitas yang paling
abstrak dari alam
dan pikiran. Potensi
terbengkalai seperti
kebangkitan indra
nonlocal (disebut
dalam bahasa
Sansekerta sebagai
tanmatras) mulai
dialami. Ketika
pikiran individu mulai
mengakses alam
yang tidak terakses
oleh jiwa, mereka
akan mengaktifkan
kemampuan spiritual
yang luar biasa yang
sebelumnya
dianggap tidak
mungkin tercapai. Ini
termasuk
pengalaman seperti
pengetahuan
tentang masa lalu
dan masa depan,
kewaskitaan,
kepekaan pada
penciuman,
sentuhan,
penglihatan, dan
pendengaran,
kontrol atas fungsi-
fungsi tubuh, denyut
jantung, dan fungsi
otonom lain. Dengan
kata lain, objek akan
dialami secara
bersamaan pada
tingkat sensorik
kasar, halus, dan
tingkat-tingkat yang
lebih abstrak.
Apresiasi kehidupan
dari perspektif yang
lebih halus
merupakan
keterlibatan nyata
dari hati dan cinta
sebagai mesin
pertumbuhan rohani
pada tahap ini.
Dengan mengalami
pola dan koneksi
yang lebih dalam
yang mendasari
keragaman
eksternal, kita
menemukan jiwa
kita dibawa pada
rasa yang mendalam
terhadap keindahan,
kekaguman, syukur
kasih sayang, dan
cinta. Kekuatan
mengintegrasikan
dari kualitas ini
menyatukan dunia
yang terpolarisasi
dari kesadaran
Kosmis yang dibagi
antara Diri dan non-
Diri. Dalam
Kesadaran Ilahi
harmonisasi dan
kekuasaan
mensintesa ini
dirasakan sebagai
kehadiran Ilahi dalam
hati kita. Kemanapun
kita pergi kita selalu
merasakan
kehadiran Ilahi. Para
pelihat Veda akan
mengatakan dalam
kesadaran Ilahi, tidak
sulit untuk
menemukan Tuhan,
tetapi sulit untuk
menghindariNya.
Pada tahap ini, ada
sebuah keyakinan
yang lebih besar
terhadap eksistensi
keabadian, bukan
hanya sebagai
kesadaran nonlokal,
tetapi juga dalam
pengetahuan bahwa
Anda adalah
kehadiran abadi
cinta ilahi. Kesadaran
Ilahi ini juga
membawa
pengalaman yang
lebih dalam terhadap
pembebasan, ketika
dunia indera
eksternal tidak lagi
dilihat sebagai
semacam
pengasingan spiritual
dimana jiwa harus
bertahan, melainkan
dunia ini adalah
manifestasi
keindahan, cinta dari
kesadaran kita dan
oleh karena itu tidak
terpisahkan dengan
spiritualitas
seseorang.
Kesadaran Kesatuan
juga disebut sebagai
kesadaran Brahman.
Ini adalah keadaan
kesadaran di mana
saksi yang selalu
hadir tidak hanya
diakui sebagai Diri
inti dari keberadaan
seseorang, sekarang
dianggap sebagai
realitas utama dari
setiap pengalaman.
Anda, sebagai
pengamat, adalah
kesadaran murni.
Proses mengamati
adalah kesadaran
tersebut. Dan objek
yang diamati adalah
kesadaran murni
yang sama. Puncak
dari pencerahan
adalah pengetahuan
bahwa hanya ada
kesadaran saja,
bahwa kesadaran
adalah semua yang
Ada, pernah Ada,
atau yang akan ada.
Bahwa kesatuan,
atau Persatuan,
mendominasi
kesadaran bahkan
sebagai satu-
satunya yang
terlibat dalam rincian
kehidupan duniawi
yang sama seperti
sebelumnya. Kita
tidak lagi
mengidentifikasi
dengan tubuh-
pikiran individu dan
melihat seluruh alam
semesta sebagai
satu tubuh fisik.
Tentu saja, ada
tubuh pribadi dan
ada alam semesta
material, yang
dialami melalui
indera, tetapi
mereka sekarang
mengenali adanya
Satu realitas
kesadaran.
Potensi yang
sebelumnya tidak
aktif sekarang
sepenuhnya bisa
beroperasi. Itu
adalah kemampuan
untuk
menyembuhkan dan
mengubah orang lain
dan segala sesuatu
yang dialami sebagai
mukjizat. Sekuntum
Bunga dilihat sebagai
bunga tetapi juga
dialami sebagai
pelangi, sinar
matahari, bumi, air
dan angin, udara dan
kekosongan yang
tak terbatas dan
sejarah seluruh alam
semesta yang
berputar-putar dan
mewujudkan diri
sebagai bunga.
Dengan kata lain
setiap objek
dipandang sebagai
total alam semesta
yang bermanifestasi
sebagai objek
tertentu. Dan di
belakang layar orang
bisa merasakan
adanya kesadaran
mengamati selalu
hadir yang sama
yang sekarang
berada di keduanya
subyek dan obyek.
Kesadaran Persatuan
adalah tingkat
tertinggi kebebasan
dari rasa takut. Hal
ini ditandai dengan
rasa kekal sukacita
dan damai. Tidak ada
hal”lain” di luar diri
yang menjadikan
rasa takut, dan
tarian konstan
kesatuan yang
menyamar sebagai
keanekaragaman
dipandang sebagai
sifat indah dari
kehidupan itu sendiri.
Semua ciptaan
dipandang sebagai
permainan
kesadaran atau
Leela.
Keadaan pencerahan
bisa dibandingkan
dengan setetes air
yang sedang
mengalami dirinya
sebagai lautan,
mengetahui bahwa
ia adalah laut
sepanjang waktu.
Anda dan Tuhan
sekarang adalah
satu karena tidak
ada yang diluar itu.
Kadang-kadang
ketika orang
mencoba
mengkonsepkan ini
dengan
memproyeksikan
rasa diri saat ini ke
dalam kesadaran
Persatuan, mereka
takut akan
kehilangan identitas
lama mereka,
mereka takut akan
kehilangan
keberadaan mereka,
kenangan dan
perspektif individu
mereka. Tetapi
orang yang
tercerahkan tidak
‘melihat seperti itu.
Mereka memahami
bahwa identitas
personal adalah ilusi.
Mereka menyadari
bahwa tidak ada
yang nyata atau
berharga yang
pernah hilang di jalan
menuju pencerahan.
Mereka mengalami
identitas asli
mereka, tetapi baru
sekarang mengakui
dalam kelengkapan
dan kemuliaan
penuh. Keadaan ini
tentu saja dijelaskan
dalam tradisi
Vedanta tetapi
secara indah
ditangkap dalam
kalimat berikut dari
TS Elliot:
Kita tidak akan
pernah berhenti
untuk bereksplorasi
Dan akhir dari
eksplorasi kita
Akan tiba di mana
kita memulainya
Dan mengetahui
tempat tersebut
untuk pertama
kalinya.
Ini adalah garis besar
singkat kondisi
kesadaran yang lebih
tinggi hanya
dimaksudkan untuk
memberikan
pengertian umum
dari terungkapnya
potensi manusia.
Adalah penting untuk
menekankan bahwa
perkembangan
spiritual tidak
didasarkan pada
intelektual atau
keimanan seseorang.
Pencerahan tidak
bisa dicapai hanya
dengan membaca
dan belajar, atau
dengan keyakinan
sungguh-sungguh
terhadap sesuatu di
luar diri Anda.
Perkembangan
keadaan kesadaran
yang lebih tinggi
terutama datang
kepada kita secara
teratur dan
sistematis dengan
mengalami nilai-nilai
lebih dalam dari diri
dan kemudian
mengintegrasikan itu
ke dalam kehidupan
sehari-hari.
Pengalaman khusus
yang dimiliki individu
dalam perjalanan ini,
tentu akan
bervariasi, tidak
hanya berdasarkan
tradisi spiritual dan
praktek yang
dijalankan, tetapi
juga berdasarkan
sejarah masing-
masing dan
kecenderungan
pribadi Anda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar