Jumat

Nondualitas, ilusi dan kebangkitan spiritual

Oleh : Sasson Remez Filosofi dari nonduality atau nondualism, mengatakan bahwa hanya ada Satu Jiwa yang tak berbentuk dan tak terbatas, dan segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta, adalah bagian dari itu dan diciptakan oleh itu. Ini mencakup setiap orang, binatang, tanaman dan pohon, segalanya yang bernyawa dan mati. Satu Roh ini bermanifestasi dalam dan melalui berbagai bentuk, semua bentuk dan menjadi bagian tak terpisahkan dari itu. Filosofi ini, yang berasal Timur dan disebut Advaita Vedanta di India-, juga mengatakan bahwa ilusilah yang menyebabkan kita melihat dunia sebagai sesuatu yang terpisah dari kita. Ada begitu banyak kesalahpahaman, perselisihan dan bentrokan akibat ego di dunia, karena fakta bahwa setiap kepribadian/ego adalah berbeda dan unik, yang merasa dirinya sebagai unit terpisah. Setiap orang sangat asyik dengan kepribadian/ ego mereka, dan berusaha menjaga dan melindunginya ego mereka. Sikap ini menyebabkan kita terjebak dalam dunia imajiner kecil, di mana kesalahpahaman, perselisihan, ketegangan dan perjuangan terus menerus terjadi. Menerimanya secara konsep, atau lebih baik mengalami sendiri nonduality, dapat memecahkan masalah ini. Sangat mungkin bahwa tidak semua orang akan setuju dengan informasi dan deskripsi non dualitas yang disajikan di sini. Pengalaman orang lain mungkin berbeda, tapi saya harap artikel ini akan memberikan kontribusi setidaknya beberapa informasi menarik dan berharga tentang nondualitas. Jiwa yang Satu ini bermanifestasi melalui tubuh, otak dan pikiran. Jiwa adalah Kesadaran murni, tapi ketika bertindak melalui tubuh dan panca indera, tampaknya menjadi teridentifikasikan dengan tubuh, dan ini melahirkan kepribadian individu/ ego. Seolah-olah Jiwa tersebut telah “lupa” akan dirinya sesungguhnya sebagai kesadaran murni, Kesadaran yang tak terbagi. “Kealpaan” ini sangat kuat dan mendalam saat tubuh dan Jiwa bermanifestasi melalui tubuh fisik, dan cenderung bertindak sebagai satu unit, sebagai individualitas – kepribadian yang terpisah dan independen. Jiwa adalah Kesadaran murni, satu kesatuan yang homogen, namun karena keterlibatan kita yang mendalam dengan tubuh, panca indera dan pikiran kita, munculah identifikasi kita dengan mereka, dan “menciptakan” unit individu yang terpisah, yang menganggapnya sebagai diri yang berbeda . Tubuh fisik adalah alat yang dibuat dan digunakan oleh Jiwa dan bukan oleh diri “saya” sesungguhnya, tetapi kita mengidentifikasi begitu kuat dengan itu, dan menganggapnya sebagai entitas nyata oleh kita. Anda dapat mulai menyadari bahwa Anda bukanlah tubuh atau kepribadian Anda yang Anda anggap sebagai diri sendiri, bila Anda belajar untuk menjadi saksi yang tidak melekat pada aktivitas tubuh, dan pikiran. Hal ini tentu saja memerlukan beberapa tingkat kemampuan untuk menguasai pikiran Anda dan menenangkannya. Nondualitas dan Pikiran Sekarang Anda mungkin sudah mulai memahami apa arti Nondualitas sebenarnya. Idenya adalah bahwa hanya ada satu Jiwa – Kesadaran mana- mana, yang tidak dapat dibagi, dan Kesadaran ini adalah satu-satunya yang nyata, abadi, dan menciptakan segala ‘sesuatu’ di alam semesta. Kesadaran ini tampaknya menghasilkan pikiran, gagasan dan perasaan, yang tidak kekal dan terus berubah, dan dalam pengertian ini harus dianggap sebagai tidak nyata, sekarang mereka di sini, saat berikutnya ada di tempat lain. Ini adalah yang disebut Maya oleh filsafat Timur. Ini semacam selimut yang menyembunyikan Kesadaran murni tersebut, yang tampaknya melupakan dirinya dan mengidentifikasi dengan tubuh fisik. Dalam nondualitas tidak ada ‘dua’, hanya ada satu- satunya ‘. Dualitas itu hanyalah ilusi dan cara berpikir yang keliru yang menyebabkan kita untuk melihat segala sesuatu sebagai terpisah dari kita. Fakta ini bisa diwujudkan dalam keadaan keheningan batin dan kedamaian, jika tidak ada pikiran yang gelisah dan aktivitas mental yang menyembunyikan kebenaran tersebut. Ketika kemampuan kita untuk membungkam pikiran ini menjadi alami, seseorang dapat hidup dalam Kesadaran ini – Kesadaran, saat hidup dan berpartisipasi dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Pikiran yang diam merupakan prasyarat untuk menjadi sadar terhadap Jiwa yang Satu, dan inti dari nondualitas. Hal ini mungkin tampak aneh, karena pikiran dianggap sebagai alat untuk mendapatkan pengetahuan, tapi untuk membangkitkan Jiwa, mengerti tentang nondualitas dan mendapatkan pengetahuan spiritual harus melalui keheningan pikiran, karena ini adalah pengetahuan dan kesadaran yang berada di luar pikiran. Semua pikiran, ide dan pengetahuan adalah mental. Untuk mengetahui sesuatu di luar dunia mental kita membutuhkan instrumen yang berbeda. Untuk memahami pikiran dan apa yang di luar itu, kita harus naik di atas, kepada sumber asalnya. Illusi Nondualitas dan Maya Berikut adalah informasi lebih lanjut untuk membuat konsep nondualitas menjadi lebih jelas. Sebuah hologram terlihat seperti tiga- dimensi, namun sesungguhnya datar;. Sebuah fatamorgana tampak begitu nyata, namun hanya ilusi. Robot dapat dibangun, menyerupai manusia dan bertindak seperti manusia, namun ia hanya sebuah mesin. Dalam semua kasus ini adalah ilusi, tetapi ada juga beberapa realitas di balik ilusi ini. Di Timur mereka menggunakan metafora berikut untuk menjelaskan dan membedakan antara ilusi dan kenyataan: Perhiasan yang terbuat dari emas disebut anting- anting, gelang atau cincin, tetapi mereka hanya emas. Untuk kenyamanan kita menyebut semua objek dengan nama yang berbeda, namun aslinya adalah emas. Sebelum mereka dibuat menjadi perhiasan mereka adalah emas, sekarang mereka tetap adalah emas, dan setelah mereka dicairkan mereka juga tetap emas. Objek yang terbuat dari tanah liat adalah tanah liat. Mereka dapat disebut piring, vas, atau patung, namun mereka terbuat dari hal-hal yang sama, tanah liat, yang sementara dinamakan sebagai sesuatu yang berbeda. Hanya ada Satu Kesadaran tak terbagi – Realitas, tetapi karena adanya fenomena ilusi yang disebut Maya, kenyataan ini menjadi tersembunyi. Semua makhluk dan benda- benda mati, termasuk planet dan galaksi, adalah satu Kesatuan, tetapi karena Maya mereka tampaknya ada pemisahan, unit individu dalam Jiwa yang luas dan tidak terbatas. Nondualitas dan Kebangkitan Spiritual Menerima dan menyadari nondualitas ini, dapat mengubah sikap seseorang terhadap segala sesuatu dan mengakibatkan kebangkitan spiritual. Kesadaran ini bisa datang melalui peningkatan kemampuan untuk memfokuskan dan menenangkan pikiran, melalui meditasi, membaca secara konstan tentang subjek ini, meditasi, dan berada di antara orang- orang yang telah menyadari nondualitas. Kadang- kadang mungkin seperti ada pemahaman yang tiba-tiba, sebuah pencerahan tiba- tiba, tetapi sering merupakan proses yang membutuhkan waktu. Kebangkitan dan realisasi bisa datang dan pergi, samar-samar pada awalnya, namun semakin kuat sejalan waktu. Ketika proses pemahaman nonduality dan kebangkitan dimulai, ia akan terus, meskipun kadang- kadang Anda tidak menyadari proses tersebut. Akan ada sinar cahaya kecil pada awalnya, tetapi suatu hari cahaya besar penuh kesadaran dan realisasi akan bersinar. Dari perspektif nondualitas, ketika seseorang mulai memahami dan menerima nondualitas, identifikasi dengan ego atau tubuh mulai melonggarkan cengkeramannya. Kehidupan dan kegiatan eksternal Anda kemungkinan besar akan terus seperti sebelumnya. Anda akan terus bertindak, berinteraksi, bekerja, makan, tidur dan melakukan segala sesuatu seperti sebelumnya, tapi sekarang Anda mulai menyadari bahwa Anda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kesatuan ini, dan memahami bahwa tubuh dan kepribadian bukanlah diri Anda. Kesadaran ini akan membawa rasa kebenaran dan rasa kebebasan dan rasa kebahagiaan. Dalam keadaan ini Anda akan merasakan dan mengetahui bahwa Anda adalah Kesadaran yang selalu hadir dan tidak terbagi. Dunia akan terlihat seperti ilusi dari sudut pandang ini, meskipun Anda masih hidup di dalamnya dan mengalaminya. Ini kemudian seperti menonton film. Anda melihat apa yang terjadi pada layar, menyadari semuanya, namun tidak terlalu terlibat dengan karakter yang dimainkan di layar, mengetahui bahwa mereka adalah tidak nyata. Anda hidup di dunia, namun dengan kesadaran yang berada di luar dunia relatif, diluar ego dan tubuh Anda. Ini adalah kebangkitan spiritual. Kebangkitan dari mimpi yang tidak nyata adalah jalan non-dualitas. Kebangkitan ini membawa kebahagiaan, sukacita, kesenangan, keberanian, dan kekuatan batin. Kita bangkit melampau pikiran dan kembali ke Rumah, ke tempat dimana kita selalu pergi, tapi kita telah lupa. Dengan kebangkitan ini kita akan menyadari siapa diri kita sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar