Kamis
Reinkarnasi : Alternatif Pencerahan Spiritual
Oleh : D.
Indrahartanto
“Apa yang terjadi
sesudah kita
mati?” adalah
pertanyaan yang
terus menghantui
banyak orang. Ada 3
versi jawaban
berdasarkan ajaran-
ajaran agama/
kepercayaan dunia
saat ini. Pertama,
bahwa setelah
kematian Sang
penguasa semesta
akan
menganugerahkan
surga yang kekal
bagi manusia yang
selalu berbuat
kebaikan, dan dua,
bila hidup seseorang
berakhir,
keberadaannya juga
berakhir. Ini adalah
kepercayaan
“kemusnahan pada
kematian” atau
pandangan
materialistik. Ketiga,
bahwa setelah
kematian akan ada
kelanjutan berupa
proses kelahiran
kembali.
Kata kunci yang
paling tepat untuk
menjawab
pertanyaan di atas,
yaitu berujung pada
sifat ketuhanan Yang
Maha Adil dan Maha
penyayang. Apakah
Tuhan begitu kejam
mencampakkan
manusia jahat
kedalam neraka
selama-lamanya
hanya karena
kemungkaran yang
dilakukan oleh
manusia yang
mungkin hidup 60-70
tahun saja, atau
karena manusia
menganut agama
yang“salah”
walau mereka selalu
berbuat kebajikan
dan meyakini
eksistensi
keberadaan-Nya.
Reinkarnasi adalah
pengejawantahan
kasih dan keadilan
Tuhan terhadap
semua makhluk-Nya
dengan memberikan
berkali-kali
kesempatan untuk
berubah, kembali
dalam kesucian.
Untuk memahami
reinkarnasi,
dibutuhkan
pemikiran atau
wawasan yang luas
agar tidak
terjerumus dalam
pro dan kontra
berkepanjangan.
Pemikiran yang
sempit hanya akan
menutup diri kita
dari suatu
pengetahuan baru
dan hal itu akan
membuat kualitas
diri sebagai manusia
menurun. Ilmu
tentang ketuhanan
adalah sangat luas.
Untuk itulah
hendaknya kita
membuka pikiran
kita seluas-
luasnya ,bahkan
terhadap pandangan
yang kontra
sekalipun menurut
pandangan manusia.
Di saat kegelisahan
hati tiada kunjung
reda, sementara
jawaban belum juga
ditemukan meskipun
segala cara telah
ditempuh, sekarang
saatnya kita harus
berani membuka diri
dengan seluasnya
mencari cara lain
sebagai pemuas hati.
Apakah konsep
reinkarnasi bisa
menjawab
kegelisahan
manusia ?
Setidaknya ada
beberapa hikmah
yang tidak jauh
berbeda dari ajaran
spiritual/keagamaan
manapun yang ada di
muka bumi ini, yaitu :
1. Kepasrahan
terhadap
kehendak
yang Maha
Tinggi:
Penjelasan
tentang
hikmah ini
mungkin
berbeda
diantara
ajaran-ajaran
keagamaan,
namun tetap
memiliki satu
tujuan
penyerahan,
yaitu Tuhan
Kepasrahan
kepada Tuhan
akan
membuat hati
dan pikiran
kita menjadi
begitu lapang.
Dengan
kepasrahan,
kita akan siap
menghadapi
situasi apapun
yang memang
harus terjadi
dalam hidup
kita sekarang.
Tuhan telah
menciptakan
reinkarnasi
sebagai
hukum alam
yang secara
otomatis
bekerja
karena
adanya
mekanisme
sebab/aksi.
Manusia tidak
pernah tahu
aktifitas apa
yang pernah
dilakukan
pada
kehidupan
terdahulu,
namun
dengan
munculnya
akibat/reaksi
(dalam kondisi
baik maupun
buruk) kita
bisa menilai
kualitas
kehidupan
kita di masa
lalu. Bahwa
munculnya
berbagai
persoalan
hidup
sekarang
adalah buah
dari aksi diri
kita sendiri di
masa lalu,
bukan semata
cobaan atau
ujian dari
Tuhan.
2. Apapun yang
kita tanam,
pasti kita
sendiri akan
menuainya:
Pengetahuan
tentang pola
kerja
reinkarnasi
membuat kita
sadar bahwa
apapun
aktivitas kita ,
hasilnya akan
kembali pada
diri kita
sendiri. Maka
bersiap-
siaplah
menghadapi
berbagai
persoalan
buruk apabila
selama ini
aktivitas
buruk selalu
kita lakukan.
Demikian
sebaliknya,
hiduplah
dalam
keceriaan
untuk
menanti
datangnya
kebahagiaan
melimpah
atas amal
baik yang
selalu kita
perbuat.
Pilihan hidup
ada di tangan
kita sendiri.
3. Menghargai
perbedaan di
antara
manusia:
Dalam
melakukan
penjelajahan
mencari
sebuah
pencerahan
spiritual,
manusia akan
menempuh
jalan yang
berbeda-beda
karena
memang
spiritualitas
bersifat
individualistis.
Setiap
manusia
mempunyai
sejarah hidup
yang
berbeda-beda
sejak
dilahirkan,
dan
lingkungan
adalah salah
satu sebab
terjadinya
perbedaan
tersebut.
Hukum
reinkarnasi
akan
menempatka
n manusia
pada
lingkungan
yang
berbeda-beda
sesuai
karmanya.
Walau
demikian,
perbedaan
adalah sebuah
keunikan.
Setiap
individu
mempunyai
kehendak
bebas yang
tidak bisa
dipaksakan.
Setiap
manusia
mempunyai
cara masing-
masing dalam
mencari
pencerahan
batinnya.
Jalan yang
telah
ditempuh
orang lain
belum tentu
baik untuk
orang lain,
karena
kegelisahan
seseorang
dalam
pencarian jati
diri adalah
berbeda-
beda.
4. Dunia
hanyalah
setetes air di
samudra luas :
Reinkarnasi
mengajak kita
berpikir
melampaui
dunia. Bahwa
kehidupan
dunia adalah
sebagian kecil
saja dar
perjalanan
roh di jagat
raya ini
mencari
Tuhan. Dan
bahwa masih
banyak lagi
rute yang
harus
ditempuh .
Dunia begitu
kecil, di luar
sana, semesta
terbentang
luas seolah
tiada batas.
Dan Sang
Pencipta
berkehendak
semua
makhluk
menyaksikan
betapa
cantiknya
jagat semesta
ciptaanNya.
Pernahkah terlintas
dalam pikiran Anda,
bahwa sebenarnya
diri kita masing-
masing adalah
sesosok tunggal
yang selalu gelisah,
yang terus mencari
sumber dari mana
dirinya berasal.
Dalam setiap sosok
terdapat ego yang
bersifat egosentris,
yang menganggap
bahwa sayalah
pemeran utama dari
episode kehidupan
saya , dan Anda atau
orang-0rang dekat
saya hanyalah
pemeran pembantu
atau bahkan figuran.
Sebaliknya, Anda
bisa menyatakan
bahwa andalah
pemeran utama dari
episode kehidupan
Anda sendiri, dan
orang-orang dekat
Anda dan bahkan
saya hanyalah
pemeran pembantu
atau figuran belaka.
Kita sebagai sosok
tunggal mempunyai
kehendak bebas
untuk menentukan
sendiri bagaimana
alam dan sosok-
sosok lain
memperlakukan diri
kita. diri kita
sendirilah yang
bertanggung jawab
atas kelanjutan
hidup ini. Namun ada
kekuatan besar di
saat kehendak bebas
kita tidak berdaya
sama sekali.
Kekuatan ini disebut
kehendak Tuhan.
Reinkarnasi
merupakan sebuah
sistem maha dasyat,
yang diciptakan oleh
otoritas tertinggi
alam semesta
(Tuhan) , yang
mengikat secara
pasti bagi semua
entitas roh untuk
terus-menerus
berevolusi menuju
kesempurnaan
dengan menempati
makhluk-makhluk
berdimensi ruang
dan waktu di alam
semesta ini.
Reinkarnasi adalah
hukum yang sangat
sulit dijangkau oleh
akal pikiran biasa
manusia. Reinkarnasi
hanya bisa dipahami
oleh kesadaran
tinggi manusia yang
telah memahami
hakikat kehidupan.
Tuah Yang Maha
Pengampun, telah
berkehendak
terhadap tiap-tiap
makhluk untuk
masuk dalam
mekanisme
reinkarnasi.
Mekanisme ini
merupakan
pemakluman Tuhan
atas perilaku
manusia yang
memiliki
kecenderungan lalai.
Semua ini adalah
kehendak Tuhan, dan
hanya kepadaNya,
segala sesuatu
kembali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar