Kamis
Roh yang tersesat
Oleh : Michael
Newton
Artikel ini adalah
bagian dari buku
Journey of Souls
yang berisi
wawancara
terhadap subjek
terhipnotis mengenai
kehidupan antar
kehidupan. Dalam
salah satu bagian
penelitiannya
Dr.Newton
memfokuskan
tentang fenomena
roh tersesat/hantu
berdasarkan
wawancara dengan
beberapa subjek
terhipnotis tersebut.
Ini adalah
kesimpulannya :
Setelah kematian
fisik di Bumi, ada
banyak roh yang
sedemikian
terlukanya sehingga
mereka terpisah dari
roh-roh yang
berpulang ke sebuah
rumah keluarga
spiritual.
Dibandingkan dengan
jumlah entitas yang
berpulang, maka
jumlah roh yang
abnormal ini tidak
begitu besar.
Bagaimanapun, apa
yang telah terjadi
pada mereka di Bumi
dipandang penting
karena dampak
besarnya pada roh
terinkarnasi lainnya.
Ada dua jenis roh
yang tersesat: roh
yang tidak menerima
kenyataan bahwa
tubuh fisik mereka
sudah mati sehingga
mereka menentang
kepulangan menuju
alam roh dengan
alasan penderitaan
pribadi; dan roh yang
telah menjadi lemah
karena suatu
abnomalitas kriminal
selama berada
dalam tubuh fisik.
Pada contoh
pertama,
ketersesatan adalah
pilihan roh itu sendiri,
sementara pada
kasus kedua, roh
pembimbing spiritual
dengan sengaja
menjauhkan roh itu
dari komunikasi lebih
lanjut dengan entitas
lain selama periode
yang tidak
ditentukan. Dalam
kedua situasi itu, roh
pembimbing dari roh
roh ini memberikan
pengaruh besar pada
rehabilitasi mereka,
tetapi karena kondisi
antara tiap tiap jenis
roh yang tersesat ini
sangatlah berbeda
maka diperlukan
penanganan yang
berbeda.
Jenis pertama inilah
yang dinamakan
hantu. Roh ini
menolak untuk
pulang setelah
kematian fisik, dan
seringkali menebar
pengaruh pada orang
lain yang ingin
menuntaskan
kehidupan fisik
dengan tenteram.
Roh yang tersesat ini
terkadang
disalahpahami
sebagai “roh
jahat” karena
mereka dituduh
merasuki pikiran
orang dengan tujuan
merusak. Topik
sekitar roh negatif
telah mendorong
dilakukannya
penyelidikan yang
serius di bidan
parapsikologi.
Sayangnya bidang
spiritualitas ini telah
menarik unsur tak
wajar dari roh roh
yang diasosiasikan
dengan kuasa gelap,
yang akan
mengambil manfaat
dari emosi siapapun
yang rohnya rapuh.
Roh yang tersesat
adalah entitas yang
belum dewasa,
dengan persoalan
yang belum
tertuntaskan dalam
sebuah kehidupan
lampau di Bumi.
Mereka belum tentu
memiliki
kekerabatan dengan
orang hidup yang
mereka ganggu. Ada
benarnya bahwa
sebagian orang
dapat berperan
sebagai penghantar
yang cocok dan
reseptif bagi roh
negatif yang ingin
meledak-ledakkan
sifat suka menuruti
emosinya. Itu berarti
seseorang yang
sedang berada
dalam kondisi
kesadaran meditatif
dapat sewaktu-
waktu menangkap
berbagai pola sinyal
yang mengganggu
dari entitas tak
terinkarnasi, yang
sifat komunikasinya
dapat riang atau
agresif. Entitas yang
resah ini bukan roh
pembimbing.
Sejatinya roh
pembimbing adalah
roh penyembuh yang
tidak akan
mengganggu orang
hidup dan berbagai
pesan yang tidak
ramah.
Lebih sering dari
pada tidak, roh yang
resah ini terikat pada
sebuah lokasi
geografis tertentu.
Para peneliti yang
berspesialisasi dalam
fenomena hantu
menyatakan bahwa
entitas yang
tersesat ini terjebak
dalam suatu daerah
tak bertuan diantara
tataran astral lebih
rendah dari bumi dan
alam roh. Dari hasil
penelitian saya
sendiri, saya tidak
percaya bahwa roh-
roh ini tersesat
dalam suatu dimensi
ruang dan bahwa
mereka adalah roh
jahat. Mereka
memilih untuk tetap
tinggal dalam
tataran bumi setelah
kematian fisik untuk
sementara waktu,
karena besarnya
ketidak bahagiaan
mereka. Menurut
hemat saya mereka
adalah roh roh yang
terluka karena
perilaku mereka
menyiratkan
kebingungan,
keputusasaan dan
bahkan keagresifan,
hingga pada taraf
mereka menolak
kehadiran roh
pembimbing. Entitas
negatif yang
tersesat ini dapat
dihadapi dan diatasi
dengan berbagai
cara, agar mereka
berhenti
mengganggu
makhluk hidup. Roh
yang sedang
merasuki seseorang
dapat dibujuk untuk
pergi dan, pada
akhirnya, melakukan
peralihan yang tepat
guna memasuki alam
roh.
Kalau memang alam
roh itu
“terorganisir”
dengan roh
pembimbing yang
siap menyertai kita,
bagaimana mungkin
roh-roh yang tidak
mampu melakukan
penyesuaian diri ini,
yang menyedot
energi makhluk
hidup, tetap
diperkenankan untuk
eksis? Salah satu
penjelasannya
adalah bahwa kita
masih diberi
kehendak bebas
bahkan setelah
kematian sehingga
roh dapat memilih
untuk tetap tinggal
disekitar bumi.
Penjelasan lainnya
adalah bahwa
karena kita telah
begitu sering
mengalami
kepedihan yang luar
biasa di jagad fisik,
maka segala
ketidakberaturan
dan perubahan
spiritual dalam suatu
perjalanan normal
harus pula
diantisipasi. Selain
itu hantu hanya
menyalurkan satu
bagian energi, dari
rohnya yang resah,
sementara energi
sisanya telah
kembali ke alam roh
untuk melakukan
penyatuan kembali.
Ada kemungkinan
bahwa roh tak
terinkarnasi, roh
yang tak bahagia,
yang memerangkap
dirinya sendiri adalah
bagian dari suatu
rancangan besar.
Ketika roh-roh ini
telah siap, mereka
akan dibebaskan
pada saat itu juga
dari tataran astral
bumi dan didampingi
menuju tempat
semestinya di alam
roh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar