Rabu
Penyakit kambuhan para pejalan kebenaran
Terlalu sering
berbicara atas nama
kebenaran yang
dipelajarinya
Tanpa sadar
pembandingan lewat
penilaian persepsi
pun keluar juga
Tadinya hanya ingin
berbagi sesuatu yang
indah tentang
kebenarannya
Namun tanpa
disadari terlena
menjadi
penghakiman atas
pejalan lainnya
Kejujuran adalah
harta termahal dari
sebuah penyelaman
ke dalam diri
Pembenaran adalah
nama lain kejujuran
yang dibungkus ego
benar sendiri
Tiada disangka
tadinya sangat lurus
dalam sifat
menghargai dan
rendah hati
Sekarang menjadi
emosi karena pejalan
lain menjadi liar
menyerang diri
Tiada yang kebetulan
datang kepada
seorang pejalan yang
mencari kebenaran
Setiap yang datang
hanyalah permainan
tuk buktikan
sedalam mana
ketenangan
Nyatanya bukan
kejujuran yang
dijadikan pondasi
malah emosi jadi
pembenaran
Sekali lagi penyakit
kambuhannya
muncul dan butuh
terapi lagi tuk
penyadaran
Berjalan di hutan
kehidupan pasti
menemukan begitu
banyak monyet
pikiran
Sering
bergelantungan
terkadang
mengganggu
perjalanan dengan
gangguan
Ketenangan
sebenarnya dilatih
ketika berjalan di
tengah hutan maya
kehidupan
Terganggu dengan
monyet pikiran
nyatanya masih
belum melampui
pikiran
Setiap perjalanan
memiliki kadar
gangguan dari setiap
monyet pikiran di
jalan
Ada yang bertingkah
bergaya
menyebalkan
sembari meledek
cara penyelaman
Ada pula yang
bertingkah seakan
lebih tahu kebenaran
dari pejalan
kebenaran
Semua itu adalah
pelengkap sempurna
untuk mengamati
dalamnya
ketenangan
Bila masih
terpengaruh oleh
suasana dan teriakan
dari pinggiran jalan
yang ada
Yang jujur di hatinya
akan melihat dengan
terbuka dirinya
masih terganggu
juga
Keterbukaan
menuntun untuk
belajar mencari cara
melampaui keributan
yang ada
Dalam kejujuran saja
pejalan kebenaran
bisa melihat ego dan
emosi sebening kaca
Perjalanan masih
terus berlangsung
selama badan raga
masih diberi nafas
berada
Artinya penyakit
kambuhan untuk
jatuh ke dalam
gangguan yang sama
masih ada
Tanpa penjaga
kewaspadaan diri
dan keterbukaan hati
para pejalan
kebenaran sunya
Nada penghakiman
dan ego pembenaran
dibalut emosi
kebenaran jatuhkan
jiwa
Hanya keterbukaan
hati dan kejujuran
diri yang bisa
memasuki
ketenangan jiwa
Hanya kerendahan
hati dan sikap tidak
menghakimi yang
bisa hening di
dalamnya
Hanya kewaspadaan
diri yang tidak
menilai orang lain
dari persepsi
pikirannya saja
Yang bisa memasuki
keheningan dan
ketenangan menuju
alam Kasih satu
adanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar